Loading image gallery

Loading image gallery

Sibuklah MENJADI shalih, bukan MERASA shalih.

Manusia itu selalu berada dalam dua kondisi. Kadang ia mempengaruhi, kadang pula ia dipengaruhi. Kadang ia mewarnai, kadang pula ialah yang diwarnai. Cermatlah, kapan dan bagaimana seharusnya kita berada.

Qur’an ini Ananda, lebih dari alam sejagat raya. Karena itu, ialah yang lebih kau kejar dari segala ilmu. Tempatkan ia di muka, maka rahmat Allah yang engkau terima. Bila hati sedang berduka, bacalah Qur’an, Anakku. Iramanya saja akan menyembuhkan luka hatimu.

Elly Risman, Psi

Kambing Hitam

"Sometimes, people with the worst past have a better future. Because every righteous person has a past and every sinner has a future."

Manusia, konon kabarnya begitu sering meng-kambing hitam-kan masa lalu. Mereka mencoba pergi sejauh-jauh arah darinya, melupakannya dengan segala macam cara, bahkan ada pula yang hendak mengubur sedalam-dalamnya agar tak lagi ingat. Move on, katanya.

Tapi sadarkah kita jika begitu banyak pula kisah masa lalu yang justru menjadi “kambing putih”, dimana sebuah premis negatif ditegakkan bahwa “Mereka yang sekarang tidak lebih baik daripada mereka yang dahulu. Mereka telah berubah.” Bukankah terdengar mengecewakan?

Masa lalu tidaklah selalu nestapa, meskipun masa depan akan selamanya menjadi misteri. Mantan tidak selamanya berkonotasi negatif, seperti halnya kandidat yang juga tidak selalu berarti calon punggawa. Sudah pula jamak diperdengarkan oleh media tentang kisah-kisah para mantan. Mantan pengguna narkoba, mantan narapidana, mantan kekasih(?), mantan preman, mantan jambret, mantan copet, mantan tukang santet. Apalagi yang ketinggalan? Oh iya, mantan Muslim. Ada juga, kan? Ada.

"Janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan sebagai muslim.” [QS. Ali Imran: 102]

Masa lalu tidaklah selamanya nestapa dan berbuah masa depan suram. Sebab sedzalim-dzalim Fir’aun, sesungguhnya Allah pernah mengharapkannya kembali ke jalan yang benar, meski tak lepas dari kuasa-Nya, ternyata Fir’aun lebih memilih menetapi angkara. Sebab pula kepada penduduk Tha’if yang melempari tubuh Rasulullah dengan batu, beliau tetap menolak tawaran malaikat untuk menimpakan pada mereka dua bukit sebagai azab. "Jangan! Sebab aku masih berharap dari tulang rusuk mereka nantinya lahir generasi yang hanya menyembah Allah semata." Betapa besarnya harapan Rasulullah ketika itu.

Maka benar saja, atas izin Allah, lahirlah seorang Khalid, sang pedang Allah dari tulang rusuk Walid. Lahirlah pula Ikrimah, generasi Abu Jahal, yang namanya telah mengharum abadi sebagai salah seorang syuhada perang Yarmuk.

Masa lalu tidaklah selamanya nestapa, meski benar bahwa ialah yang tertunjuk membentuk karakter dan perspektif seseorang di masa kini. Bagaimana perangainya, kesukaannya, hal-hal yang dibencinya, pola pikirnya, kepribadiannya, akhlaknya, bahkan akidahnya, adalah sederet variabel yang terbentuk oleh adanya proses tempa yang tidak pernah instan. Namun selamanya, perubahan adalah sebuah keniscayaan. Bahkan, sesuatu yang terjadi dalam beberapa hari, bahkan kadang hanya dalam sehari, entah sesuatu itu di masa lalu, atau saat ini, ia bisa mengubah keseluruhan jalan hidup seseorang. People said, time flies and changes so many thing.

Masa lalu tidak perlu selalu ditunjuk secara sepihak sebagai kambing hitam dan momok yang ditakuti. Masa lalu tidak selamanya seperti vampir yang dihadang bawang, hujan yang ditadah payung, atau antigen yang diagresi antibodi. Tidak sedikit masa lalu yang justru lebih rupawan daripada masa kini. Oleh sebab itu Allah mengabadikan kisah-kisah generasi gemilang terdahulu.

Begitu mudah bagi Allah menjungkirbalikkan hati seseorang sekian derajat. Hidayah memang berada di tangan Allah. Allah juga Maha Tahu siapa diantara kita yang mau. Hidayah memang tergantung di celah langit-langit semesta, tetapi ia tidak serta merta jatuh begitu saja. Hanya merekalah yang bersungguh-sungguh mencari yang akan ditunjukkan-Nya jalan-jalan cahaya itu.

Mungkin, kita perlu lebih sedikit cemas jikalau hari ini kita yang secara kasat mata tampak baik-baik saja, tetapi hakikatnya pelan-pelan tergelincir, limbung, dan seketika berubah haluan, berbelok arah. Ketahuilah bahwa kita benar-benar tiada daya tanpa pertolongan-Nya.

Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada akhirannya, dan sebaik-baik amalanku pada penutupannya, dan sebaik-baik hariku adalah saat hari pertemuan dengan-Mu.”

Jika Allah sanggup mengatur matahari tetap pada tempatnya, juga planet-planet pada lintasannya, mengatur jarak langit dan bumi, mengatur jarak antar gemintang sekian kilometer jauhnya. Maka mudah bagi Allah mengatur jodoh yang bisa jadi hanya berjarak ratusan meter dari kita.

Fanspage OSD

Somehow, we are what we choose.

Skripsi itu seperti hidup, intinya adalah tentang revisi, memperbaiki apa yang kurang tepat, menghapus apa yang salah dan merangkai apa yang sesuai dengan aturan. Ada tahap-tahapnya, ada ujiannya, ada penilaiannya. Namun yang terpenting dari itu semua adalah kelurusan tujuan, kejujuran dan kemauan dalam berproses. Panjang pendeknya proses, bermakna tidaknya proses serta berkah tidaknya adalah pilihan. Kemudian pertanyaan yang selalu terbayang selama proses tersebut adalah, “Kapan revisi?”

Nurul bintu Miftah

egubrak. ._.

Ukuran memang sering merepotkan. Ada yang mendapat banyak tetapi merasa kurang. Ada pula yang beroleh sedikit namun diliputi senang.

@Prie_GS

"He won’t be richer, won’t appear on TV, and still anonymous. But he receives what money can’t buy."

1 2 3 4 5  Next page >

 

Secangkir Kopi

Menjadilah seperti kopi; "Dari luar, boleh jadi terlihat hitam pekat tak menarik, tetapi mendekatinya justru membangkitkan semangat, membuat ide-ide berpijaran, dan menularkan jejak kebaikan."

 

Close submit section
 
Close ask section
 
Close ask section

Uh Oh - The requested page is not there!

Sorry we could not find it, try visiting the home page.